Sistem Pelayanan Pendaftaran Tanah yang Berlaku

Pembahasan kita sekarang yakni Sistem Pelayanan Pendaftaran Tanah yang Berlaku. Dalam proses pendaftaran kepemilikan hak atas tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah mengatur sistem pelayanan / mekanisme pendaftaran di kantor pertanahan. Tujuan dilakukannya pengaturan sistem ini supaya proses pendaftaran bisa lebih efektif dan efisien.

Pelayanan Pendaftaran Tanah

Sistem Pelayanan Pendaftaran Tanah

Sistem pelayanan pendaftaran tanah dilakukan berdasarkan Instruksi Menteri Negara / Kepala BPN No. 3 Tahun 1998 tanggal 20 Juli 1998. Di mana dalam instruksi tersebut semua kantor pertanahan di berbagai wilayah di Indonesia memberlakukan sistem loket.

Loket Pendaftaran Tanah

Sistem loket pelayanan pendaftaran tanah yang diberlakukan pemerintah atau instansi terkait yaitu sebagai berikut :

a. Loket 1 (Infomasi)

Laket satu melayani permintaan informasi mengenai berbagai bentuk layanan kantor pertanahan. Beberapa detail informasi yang bisa dijelaskan di loket pelayanan pendaftaran tanah 1 ini di antaranya:

  • Tata usaha layanan kantor pertanahan;
  • Hukum dan hak atas tanah;
  • Pengukuran dan pendaftaran tanah;
  • Pengaturan penguasaan tanah;
  • Penatagunaan tanah;
  • Pengendalian pertanahan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk permintaan informasi yang sifatnya formal, Anda bisa mengajukan permohonan secara tertulis. Dengan dilengkapi identitas pemohon, jenis informasi yang dibutuhkan dan peruntukannya.

b. Loket 2 (Teknis)

Loket 2 melayani pendaftaran permohonan. Loket pelayanan pendaftaran tanah 2 ini juga menyediakan blangko isian yang harus dilengkapi oleh para pemohon. Formulir permohonan ini berisi antara lain:

  • Identitas diri atau kuasa dari pendaftar hak atas tanah
  • Jenis permohonan layanan, seperti :
  1. pengukuran,
  2. pendaftaran pertama kali,
  3. pendaftaran hak milik satuan rumah susun (sarusun),
  4. pendaftaran tanah wakaf,
  5. pendaftaran peralihan hak,
  6. warisan,
  7. pendaftaran Hak Tanggungan (HT),
  8. dsb;
  • Data fisik letak tanah yang ingin didaftarkan;
  • Daftar lampiran berkas yang harus dilengkapi sesuai dengan jenis layanan yang dimohonkan.

Untuk permohonan pendaftaran tanah, beberapa lampiran umum yang dibutuhkan adalah fotokopi KTP atau identitas pemohon dan bukti asal perolehan hak atas tanah. Bukti tersebut seperti :

  • AJB,
  • keterangan waris,
  • bukti pembayaran pajak / SPPT dan PBB terakhir,
  • keterangan bukti milik seperti Letter C dan Letter E,
  • SHM asli dari penjual,
  • dll.

Berkas permohonan lengkap yang diajukan ini akan diperiksa oleh petugas loket 2. Apabila belum lengkap, berkas ini dikembalikan pada pendaftar. Jika berkas dinilai telah lengkap, maka petugas akan mengeluarkan surat tanda terima berkas permohonan, beserta rincian biaya yang harus dibayarkan oleh pemohon atau pendaftar.

c. Loket 3 (Pembayaran)

Setelah surat tanda terima berkas permohonan dari loket pelayanan pendaftaran tanah 2 diterima, maka pemohon bisa melakukan pembayaran di loket 3. Pendaftar akan menerima surat bukti pendaftaran dan pembayaran. Bukti ini yang nantinya dipergunakan dalam pengambilan sertifikat bukti kepemilikan hak atas tanah yang didaftarkan.

d. Loket 4 (Pengambilan Produk)

Setelah menerima tanda bukti pendaftaran dan pembayaran, pemohon bisa menunggu proses pendaftaran tanah. Kegiatan ini umumnya dimulai dengan pengukuran, pemetaan hingga pembukuan data fisik. Informasi fisik bidang tanah ini akan dijadikan dasar pendaftaran hak atas tanah serta peralihan hak-hak atas tanah yang didaftarkan.

Tips Mendaftarkan Sertifikat

Berikut beberapa tips untuk mendapatkan pelayanan pendaftaran tanah yang maksimal dalam mendaftarkan sertifikat :

1. Bertanya pada Petugas

Tanyakan lama proses pendaftaran ketika Anda meminta informasi di Loket 1. Ini membantu Anda mempersiapkan berkas untuk pemeriksaan di lapangan.

2. Daftar Sendiri

Usahakan mendaftar sendiri dan hindari calo. Anda akan memperoleh informasi (prosedur dan biaya) yang lebih akurat, langsung dari kantor pertanahan sehingga terhindar dari praktik yang menyalahi hukum, dan kejadian yang tidak diinginkan terhadap hak kepemilikan atas tanah. Pemerintah telah mengupayakan percepatan dan penyederhanaan prosedur mendapatkan SHM.

3. Tahapan Pengumuman

Sekadar mengingatkan, selama proses pendaftaran berlangsung, terdapat tahap pengumuman yang intinya membuka kesempatan bagi pihak lain untuk mengajukan bantahan atau sanggahan atas kebenaran fisik maupun yuridis akan tanah yang didaftarkan. Ini sesuai dengan PP No. 24 Tahun 1997. Apabila terdapat sengketa, maka kantor pertanahan akan membentuk tim ajudikasi untuk memeriksa kebenaran dan melakukan persidangan ajudikasi dalam menyelesaikan sengketa batas antara pemohon dengan pihak lain.

Jika tidak dicapai penyelesaian, maka masalah sengketa diajukan ke pengadilan berdasarkan rekomendasi dari tim tersebut. Apabila berdasarkan mufakat telah terdapat titik temu antara pihak-pihak yang menyengketakan tanah ini dan kelengkapan administrasinya pun telah dibukukan, maka kantor pertanahan akan menerbitkan bukti kepemilikan hak atas tanah, yang dapat diarnbil di loket 4.

4. Mendaftarkan Hak Atas Tanah

Segera daftarkan hak atas tanah seusai membuat Akta Jual Beli (AJB) di PPAT. Asas terang dan tunai pada hukum agraria yang berlaku  bersumber dari hokum adat. Ini berarti transaksi jual beli harus dilakukan dihadapan pejabat yang berwenang seperti PPAT atau Camat. Selain itu juga harus ada pembayaran atas transaksi tersebut.

Jika kedua syarat sudah dipenuhi, maka transaksi jual beli dikatakan sah menurut hukum. Setelah transaksi dibuktikan dengan adanya AJB, maka PPAT wajib mendaftarkan jual beli tersebut. Selain itu, tugas PPAT juga harus melakukan balik nama ke atas nama pembeli, ke kantor pertanahan setempat.

Demikian info terkait dengan Sistem Pelayanan Pendaftaran Tanah yang Berlaku, kami harap post kali ini membantu teman-teman semua. Tolong postingan legalitas properti ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi :

Leave a Reply

Desain Rumah Teknik Meningkat Rumah
Tips Membangun Gazebo yang Bagus
Tips Membangun Gazebo yang Bagus di Rumah
Percantik Jendela Rumah
Percantik Jendela Rumah agar Tampil Lebih Segar dan Memikat
Memilih Penjual Kubah Masjid
Tips Memilih Penjual Kubah Masjid Terbaik

Kaya dari Properti

Arsitektur Bisnis Properti Broker

Produk Properti

Kavling Siap Bangun Properti Produktif Rumah Syariah

Produk Sampingan

Digital Marketing Herbal Produk Lain

Tipe Properti

Apartemen Rumah Tanah
Kontrak Kerja Perizinan Properti
Pelayanan Pendaftaran Tanah
Sistem Pelayanan Pendaftaran Tanah yang Berlaku
Perjanjian Kerja Konstruksi
Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi
Kontra Kerja Konstruksi
Mengapa Perlu Kontrak Kerja Konstruksi yang Baik
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta Investasi Properti yang Menguntungkan
Ar Radea Residence Cikarang
Ar Radea Residence Cikarang Bekasi Rumah Syariah Murah
Cahaya Alam Setu Bekasi
Cahaya Alam Setu Bekasi Kavling Strategis Non Riba
Nuansa Alam Transyogi Bogor
Nuansa Alam Transyogi Bogor Cara Cerdas Investasi Properti