Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Lingkup Kerja Broker Properti Profesional dan Handal

Pada kesempatan ini kami akan ulas berkaitan dengan lingkup kerja broker properti profesional dan handal. Peran seorang broker properti tidak sulit tetapi juga tidak gampang. Banyak anggapan dari masyarakat tentang broker yang lebih di pandang sebagai seorang calo dan tukang pungut saja. Oleh karena itu, profesionalitas seorang broker harus terus ditingkatkan. Karena semakin tinggi profesionalitas maka pendapatan yang diperoleh juga semakint tinggi bahkan bisa sekelas seorang direktur.

Lingkup Kerja Broker Properti

Lingkup Kerja Broker Properti

Berikut ini beberapa lingkup kerja broker properti :

a. Pencari Masalah

Lingkup kerja broker properti yang pertama adalah pencari masalah (problem seeker). Pencari masalah di sini bukan dalam tanda kutip. Namun benar-benar mencari masalah yang melekat pada pemilik, penjual, dan pembeli properti. Namun, broker jangan sampai terjebak jadi pembuat masalah (trouble maker) yang merugikan. Seorang broker mesti selalu berpihak pada tercapainya suatu kesepakatan dan tujuan yang dalam hal ini ialah transaksi.

Kita dapat mengandaikan masalah rumah terletak pada umur bangunan yang telah renta atau tua. Misalnya, broker tak tahu menahu bahwa ternyata rumah tersebut pun terbuat dari kualitas bangunan yang murah dan membahayakan. Maka yang terjadi, karena tak adanya keterangan dari broker, pembeli nantinya pasti merasa tertipu.

Bila transaksi sudah terlanjur terjadi dan pemilik baru benar-benar akan kena getahny. Maka urusan pelayanan setelah terjadinya penjualan tak dapat dianggap remeh. Jangan-jangan broker mesti mengurusi semua kerusakan yang terjadi sesudah rumah dihuni.

Ini biasanya terjadi akibat broker yang tak memahami masalah konstruksi bangunan dan materialnya, bahkan meremehkannya. Masalah lain yang biasa dijumpai yaitu sengketa pada obyek yang akan dijual. Sejarah rumah yang ruwet ini biasanya jadi sesuatu yang bikin bungkam penjual. Bila broker tak tahu dan tak pandai mencari tahu, maka akibat selanjutnya sudah pasti akan menyeret broker pula.

Terhadap pemilik lama dan calon pemilik baru, seorang broker properti mesti berlaku adil dalam mencari tahu masalah karakter dan keinginan mereka. Supaya broker dapat bertindak dengan tepat. Tak jarang ditemui di lapangan, pemilik yang masih tak bisa professional.

Kadang lingkup kerja broker properti juga hanya sekedar sebagai pemulus transaksi. Anggapan ini akhirnya berlanjut pada pembayaran komisi yang tak sebanding dengan rantai kerja yang telah dijalani broker. Oleh sebab itu seorang broker properti mesti dapat menempatkan tempat dan perannya dengan baik.

b. Perantara

Lingkup kerja broker properti yang kedua yaitu sebagai perantara. Tugas ini muncul karena penjual dan pembeli tak selalu bisa bertemu langsung. Di sinilah peran perantara diperlukan. Broker properti jadi informan bagi masing-masing pihak dalam berbagai hal terkait dengan masalah transaksi jual beli properti. Broker wajib melancarkan proses bertemunya penjual dan pembeli properti serta membantu mereka melakukan negosiasi.

Segala hal yang diperlukan demi terjadinya transaksi mesti disiapkan oleh perantara ini. Seperti informasi tentang bangunan, tanah dan lokasi, notaris, notulen, saksi, waktu pertemuan, dll. Brokerlah yang mengakomodasi kebutuhan dan batasan yang mau disampaikan pihak pertama ke pihak kedua dan/atau sebaliknya.

c. Katalisator

Lingkup kerja broker properti yang ketiga ialah seorang katalisator. Menurut ilmu kimia katalisator yaitu sebuah senyawa kimia yang berperan dalam mempercepat terjadinya reaksi kimia antara 2 senyawa atau unsur. Broker merupakan katalisator terjadinya suatu transaksi dan negosiasi yang diperlukan oleh penjual dan pembeli properti. Broker mempercepat terjadinya proses transaksi yang mungkin akan tersendat sebab keterbatasan komunikasi, jarak dan waktu antara penjual dan pembeli.

Broker tak boleh berpihak pada salah satu saja. Kecenderungan ke salah satu pihak hanya akan membawa masalah. Broker merupakan pihak yang netral, maka keberadaannya mesti dapat dipercaya oleh kedua pihak. Broker yang cuma pro terhadap komisi biasanya tak akan bertahan lama. Jangan berpedoman asal mempercepat proses namun pelayanan kurang.

Dalam lingkup kerja broker properti sebagai katalisator, maka selayaknya memiliki sistem kerja yang sistematis. Perencanaan dan target merupakan hal penting yang harus dipenuhi. Misalnya, bila target transaksi terjadi pada pembeli ketiga. Maka dari berbagai pertemuan per prospek dalam kurun waktu 2 – 3 kali, broker mesti bisa peka terhadap antusiasme dari sang calon pembeli.

Sehingga, jika kondisi pembeli tak lagi tertarik pada properti, broker mesti segera melakukan rencana selanjutnya. Sehingga target closing (transaksi) yang dijadwalkan dapat terpenuhi.

d. Negosiator

Lingkup kerja broker properti yang keempat yakni sebagai negoisator. Kemampuan negosiasi inilah yang jadi roh seorang broker. Bila jalan komunikasi antara penjual dan pembeli terputus, tugas seorang broker propertilah untuk membukanya kembali. Jangan juga jadi biang masalah baru. Sehingga pihak-pihak yang tadinya terlibat dengan seorang broker memutuskan untuk jalan sendiri.

Banyak dijumpai kasus ketika penjual dan/atau pembeli berkhianat pada brokernya. Berkhianat di sini seperti penjual melakukan transaksi jual beli secara langsung dengan pembeli tanpa melibatkan broker. Komisi broker pun jadi nol. Padahal segala persiapan untuk mendukung hal tersebut sudah dilakukan oleh broker.

Jadilah broker yang paham kondisi klien. Argumentasi dari masing-masing pihak mesti broker pahami dan tampung. Temukan benang merah kebutuhan dan ketidakcocokan dari kedua belah pihak. Kemukakan alasan yang masuk akal untuk kedua pihak tanpa condong ke salah satu pihak. Ingat bahwa seorang broker bertindak atas dasar 2 kepentingan bukan untuk diri sendiri.

Mengungkapkan kebenaran dan kemampuan berbicara mesti terus diasah. Jangan sampai membuat kesalahpahaman. Ada kalanya ditemukan bahwa penjual menolak angkat kaki dari properti sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Padahal kesepakatan telah ditandatangani. Maka broker mesti dapat membantu kedua belah pihak untuk menjalankan kewajiban dan memperoleh haknya masing-masing.

e. Pembuka Jalur Komunikasi

Lingkup kerja broker properti yang kelima adalah pembuka jalur komunikasi. Keaktifan seorang broker properti akan berdampak besar pada terbukanya berbagai peluang lain yang sepadan dengan usahanya. Tak sepatutnya broker berdiam diri dalam mengerjakan tugasnya. Setiap rencana matang tak boleh berhenti begitu saja.

Rencana yang telah dibuat susah payah mesti dilanjutkan dengan pelaksanaan. Tak harus memburu 1 orang sebagai prospek pembeli atau penjual namun sediakan cadangannya. Sehingga bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan broker masih memiliki kesempatan lain & tetap bersemangat.

Di lapangan, banyak terjadi broker yang berhenti di titik calon pembeli cuek / susah dihubungi. Broker yang bersemangat pasti akan melakukan pendekatan personal mengapa ia bisa tak tertarik. Broker berhak untuk menanyakan pada calon pembeli apakah dia bersedia memberitahu kenalannya. Mungkin saja kenalannya tertarik membeli properti yang tak ia suka. Hanya broker yang aktif dan rajin saja yang dapat memperoleh jaringan luas.

Ada kalanya pembeli dan penjual malas dihubungi. Inilah waktu bagi broker dalam menjalankan perannya. Bila pembeli diam saja, tentu broker tak tahu apa yang terjadi. Minimal bikin janji dan datang ke kediamannya. Mungkin saja pembeli atau penjual malas dating. Sebab lokasi janjian terlalu jauh atau memang tak tertarik dengan penawarannya.

Seorang broker yang baik mesti peka terhadap perubahan kondisi dan sikap dari kliennya. Jadi walaupun kasus penjualan yang dihadapi serupa namun sebenarnya pendekatannya tak dapat disamaratakan. Adakalanya pembeli tak suka bila hanya di sms saja, melainkan mesti lewat telepon.

f. Pemberi Solusi

Lingkup kerja broker properti yang keenam adalah problem solver (pemberi solusi). Tak cukup cuma diam dan mendengarkan pihak-pihak saling mempertahankan kebutuhannya masing-masing. Broker mesti punya sudut pandang yang netral. Sehingga mampu mencarikan jalan keluar yang saling menguntungkan bagi pihak berkepentingan ataupun untuk dirinya.

Cari solusi jika ada ketaksesuaian antara penjual dan pembeli, dengan pendekatan win-win solution. Jangan terperangkap pada masalah yang kecil. Jangan-jangan selisih paham antara kedua klien tersebut cuma karena masalah komunikasi saja. Jadi pahami masalahnya sebelum angkat bicara. Bila sudah mentok, tanyalah pada yang lebih berpengalaman.

Sekian info mengenai lingkup kerja broker properti ternyata luas, semoga postingan ini mencerahkan sahabat semua. Tolong postingan profesi dalam bidang properti ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Broker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Investasi Property Syariah
Investasi Property Syariah yang Menguntungkan Dunia Akhirat
Jasa Digital Marketing
Jasa Digital Marketing untuk Produk Properti
Komunitas Digital Marketing SB1M
Komunitas Digital Marketing SB1M Tepat untuk Propertipreneur
Pelatihan Digital Marketing
Pelatihan Digital Marketing Strategi Baru Pemasaran Properti
Desain Rumah Teknik Meningkat Rumah
Tips Membangun Gazebo yang Bagus
Tips Membangun Gazebo yang Bagus di Rumah
Percantik Jendela Rumah
Percantik Jendela Rumah agar Tampil Lebih Segar dan Memikat
Memilih Penjual Kubah Masjid
Tips Memilih Penjual Kubah Masjid Terbaik

Kaya dari Properti

Arsitektur Bisnis Properti Broker

Produk Properti

Kavling Siap Bangun Properti Produktif Rumah Syariah

Produk Sampingan

Buku Bisnis Herbal Produk Lain

Tipe Properti

Properti Lain Rumah Tanah
Agraria Kontrak Kerja Perizinan Properti
Perjanjian Kerja Konstruksi
Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi
Kontra Kerja Konstruksi
Mengapa Perlu Kontrak Kerja Konstruksi yang Baik
Kepemilikan Tanah
Kepemilikan Tanah Harus Terdaftar di Instansi Terkait
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta Investasi Properti yang Menguntungkan
Ar Radea Residence Cikarang
Ar Radea Residence Cikarang Bekasi Rumah Syariah Murah
Cahaya Alam Setu Bekasi
Cahaya Alam Setu Bekasi Kavling Strategis Non Riba
Nuansa Alam Transyogi Bogor
Nuansa Alam Transyogi Bogor Cara Cerdas Investasi Properti