Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Langkah Memulai Bisnis Properti yang Tepat

Sudah tahu kan asyiknya berkecimpung di bisnis properti? Sebelum benar-benar kecebur, Anda perlu mengetahui seluk beluk cara membeli atau memulai bisnis properti yang tepat sekaligus pemasarannya. Jika tidak, yang akan Anda lakukan hanyalah sekadar spekulasi asal-asalan saja. Di mana hal tersebut tidak akan menambah keuntungan Anda tapi justru memperbesar kerugian Anda.

Memulai Bisnis Properti

Langkah Tepat Memulai Bisnis Properti

Sebelumnya, Anda harus meyakinkan diri bahwa properti yang akan dibeli merupakan sarana investasi, bukan untuk didiami. Anda akan cenderung mengabaikan berbagai faktor penting bila membeli rumah dengan bayangan untuk ditinggali keluarga. Faktor penting yang cenderung diabaikan ini biasanya faktor-faktor yang dapat menurunkan harga beli kembali rumah tersebut.

Camkan dalam pikiran bahwa Anda beli properti tersebut untuk dijual kembali. Anda juga akan benar-benar dapat mencermati spesifikasi dari properti yang akan dibeli dengan secermat-cermatnya. Berikut merupakan tips-tips khusus supaya Anda tidak tergelincir dalam memulai bisnis properti yang salah dengan membeli property yang asal murah.

A. Mencermati Nilai Jual

Lokasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan harga properti yang akan dibeli. Dalam memilih tempat tinggal, lokasi jadi prioritas penting selain harga. Anda terlebih dahulu harus mengenal karakter pembeli yang akan disasar. Harga properti mengikuti keberadaan lokasi. Semakin strategis lokasinya, maka semakin mahal harganya.

Di Jakarta, pembangunan perumahan lebih menitikberatkan di daerah luar kota Jakarta. Hal ini karena daerah luar Jakarta punya akses jalan alternatif cukup baik. Lokasi strategis dan akses terhadap fasilitas yang memadai, bikin harga rumah atau properti akan makin naik. Hal ini merupakan investasi jangka panjang. Lokasi rumah yang strategis mencerminkan kehidupan perekonomian yang stabil. Sehingga orang-orang akan berbondong-bondong memilih rumah dengan lokasi yang demikian.

Namun saat ini, developer mencoba mengembangkan konsep baru dalam memulai bisnis properti. Hal ini agar tidak terpaku pada pembangunan di kawasan padat rnanusia. Developer tak membangun produk propertinya berupa perumahan di lokasi yang strategis. Namun mereka membangun dengan konsep kawasan.

Developer properti tersebut membangun perumahan di luar atau di perbatasan Jakarta dengan tambahan fasilitas di sekitar perumahan, berupa

  • rumah sakit,
  • sekolah,
  • mall,
  • supermarket,
  • dan lain-lain.

Perumahan ini biasa disebut dengan perumahan satelit. Kedua jenis properti berikut, memiliki nilai jual yang tinggi, yaitu :

  • rumah di lokasi yang strategis dan
  • rumah dengan akses fasilitas yang memadai.

Hukum Investasi Properti menyebutkan bahwa ada 3 hal paling utama dalam memilih dan membeli properti. Pertama, lokasi. Kedua, lokasi. Ketiga, lokasi. Penekanan yang berulang ini adalah pertanda bahwa, tiap orang pada umumnya menekankan keberadaan “lokasi” sebelum memutuskan membeli properti tersebut. Namun pada dasarnya, ada beberapa pertimbangan lain selain lokasi yang harus Anda cermati.

a. Memperhitungkan Nilai Rumah

Langkah ke-1 memulai bisnis properti yaitu perhitungkan nilai rumah. Makin banyak fungsi rumah yang dapat dipakai maka harganya pun semakin tinggi. Pertimbangan di sini yaitu apakah harganya telah mencerminkan nilai dan manfaat yang akan didapat.

b. Mempertimbangkan Fasilitas Umun

Langkah ke-2 memulai bisnis properti yakni pertimbangkan fasilitas umum. Dalam menentukan tempat tinggal, pembeli biasanya turut mempertimbangkan berbagai aspek akses dan fasilitas. Mereka akan terkesan dan merasa senang bila rumah yang Anda tawarkan dekat dengan berbagai fasilitas seperti :

  • pusat perbelanjaan,
  • bank,
  • sekolah,
  • tempat rekreasi,
  • dll.

Bila menemukan properti yang dijual di lokasi dengan fasilitas umum lengkap, Anda pertimbangkan untuk segera membelinya. Properti di kawasan dengan akses yang luas dan fasilitas memadai seperti itu nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

c. Menilai Aspek Perpajakan

Langkah ke-3 memulai bisnis properti ialah pajak. Transaksi tanah atau bangunan adalah obyek pajak. Sebagai pemilik tanah dan bangunan Anda akan dikenai dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Oleh sebab itu pertimbangkan aspek perpajakan untuk mengetahui berapa besar pengeluaran tambahan Anda. Baik pada waktu membeli properti bangunan.

d. Melihat Rencana Tata Ruang Kota

Langkah ke-4 memulai bisnis properti adalah perhatikan rencana tata ruang kota (RTRK). Sebelum membeli, ada baiknva Anda mengetahui pola perkembangan baru yang akan atau sedang dilakukan di wilayah lokasi rumah tersebut. Hal ini untuk memprediksi pembangunan apa saja yang akan dilakukan di sekitar lingkungan lokasi rumah Anda. Untuk itu Anda bisa mengecek RTRK ke Dinas Tata Ruang Kota atau pejabat lain yang berwenang.

RTRK diterbitkan oleh Suku Dinas Perencanaan Tata Kota. Informasi tentang RTRK ini bisa diperoleh dari Dinas Tata Ruang Kota dengan membayar biaya pengganti cetak. Keberadaan RTRK di kota Jakarta saat ini jadi sangat penting karena daerah ini sudah punya rencana pengembangan wilayah yang sangat matang. Dalam RTRK tergambar peta wajah masa depan kota Jakarta yang berbeda dengan peta wilayah pada saat ini.

Anda tentu masih ingat peristiwa penggusuran PKL yang pernah terjadi di kawasan Barito karena akan dibangun jalur penghijauan. Tentu tak mau hal itu menimpa Anda atau klien bukan? Hati-hati dengan penawaran properti dengan harga murah sebelum Anda mengecek dengan jelas RTRK-nya. Siapa tahu rumah yang Anda beli itu satu tahun kemudian akan dirornbak menjadi jalan umum. Walaupun ada biaya pengganti dari pemerintah, namun tentu saja nilainya tak sebanding.

e. Tanggap Risiko Bencana

Langkah ke-5 memulai bisnis properti yaitu resiko bencana. Apakah lingkungan lokasi rumah yang akan Anda beli mudah terserang bencana seperti banjir, kebakaran, atau tanah longsor? Bila rumah yang akan Anda beli masuk dalam lokasi yang rawan akan bencana, lebih baik urungkan niat untuk membeli rumah tersebut. Memang bisa mengasuransikan rumah Anda untuk memperoleh perlindungan finansial. Tapi, Anda pun mesti mempertimbangkan bagaimana mengatasi bencana secara emosional.

f. Meneliti Tingkat Hunian

Langkah ke-6 memulai bisnis properti yakni teliti tingkat hunian. Jika Anda membeli rumah yang lokasinya di dalam perumahan, perhatikan apakah semua rumah telah terisi semua atau belum. Jika rumah-rumah di lokasi itu banyak yang kosong, Anda harap waspada.

Bisa jadi kekosongan rumah tersebut terjadi disebabkan lingkungannya yang memang kurang bagus atau karena ada potensi risiko tertentu lainnya. Maka, setidaknya pilihlah lokasi yang tingkat huniannya di atas 50%. Secara umum, rumah baru kondisinya lebih baik bila dibanding rumah yang sudah tua. Namun jangan salah, banyak kejadian yang kurang mengenakan. Di mana seseorang yang baru saja membeli rumah dan tinggal di sana, tetapi beberapa bulan kemudian mulai terlihat kerusakan seperti :

  • genting bocor,
  • dinding yang mulai retak-retak,
  • dan lain sebagainya.

Jadi nama baik sebuah developer pun harus Anda pertimbangkan. Jika membeli rumah yang sudah tua, Anda mesti menyisihkan dana untuk melakukan renovasi. Hal ini dilakukan supaya rumah tersebut layak dijual kembali.

Perlu diketahui, bahwa pebisnis properti saat ini rata-rata menyukai rumah atau bangunan yang sudah tak terawat. Mereka kemudian mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi. Beberapa tambahan kecil bisa melipatgandakan harga jual sebuah rumah. Tambahan ini seperti :

  • taman,
  • pagar yang cantik,
  • pengecatan yang manis,
  • dll.
g. Penaksiran Biaya Pengganti Baru

Langkah ke-7 memulai bisnis properti ialah taksiran biaya pengganti baru. Nilai suatu properti ditentukan dari penaksiran biaya penggantian baru atau renovasi. Bisa juga dengan perbandingan antara properti sejenis yang sama fungsinya, lalu dikurangi dengan penyusutan / akumulasi.

Penyusutan itu sendiri ditentukan dari 3 faktor:

  1. Kemunduran fisik, yaitu penyusutan yang disebabkan oleh umur pemakaian, perawatan, dan lainnya.
  2. Kemunduran fungsional, yaitu penyusutan yang disebabkan perencanaan yang kurang baik, ketidakseimbangan model bentuk, dan lainnya.
  3. Kemunduran ekonomis, yaitu penyusutan yang disebabkan faktor perubahan sosial, peraturan pemerintah dan peraturan lain yang membatasi peruntukan, dan lainnya.
B. Memanfaatkan Kondisi Saat Membeli Properti

Sekarang, sudah saatnya Anda bergerak untuk memulai bisnis properti atau menjadi pelaku dalam bisnis properti. Karena bisnis ini memerlukan biaya dan risiko yang lebih besar dibanding bisnis lainnya. Namun saat Anda berhasil, untung yang didapat jauh lebih besar bila dibandingkan dengan bisnis-bisnis lainnya.

Anda harus paham bagaimana menentukan properti yang tepat untuk diinvestasikan kembali. Setelah itu Anda perlu memahami bagaimana momen yang pas untuk membelinya agar keuntungan semakin berlipat.

a. Buyer’s Time

Langkah ke-8 memulai bisnis properti adalah di waktu yang tepat. Coba beli properti di saat harganya rendah dan menjualnya kembali ketika harga tinggi. Misalnya saat tingkat pertumbuhan ekonomi mulai terpengaruh oleh krisis keuangan dunia. Dan ini merupakan waktu di mana pembeli berada di atas angin (buyer’s time). Pada kondisi demikian, harga akan tertekan secara absolut walaupun secara nominal tetap.

Misalnya saja harga sebuah rumah tahun lalu yaitu sebesar Rp 2 milyar. Tahun ini ternyata harga rumah tersebut tak mengalami kenaikan malah justru bertahan di angka Rp 2 milyar. Maka secara riil harga tersebut sudah turun. Maka masa-masa seperti inilah yang cocok untuk membeli properti sebelum mengalami kenaikan harga lagi. Diperkirakan siklus ini akan berulang lagi dalam jangka waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.

b. Cari Properti yang Terkendala Masalah

Langkah ke-9 memulai bisnis properti yaitu cari properti yang terkena masalah. Apa yang dimaksud dengan properti bermasalah? Para pebisnis properti sampai saat ini selalu memegang prinsip, “mendapat properti terjelek di lokasi terbaik”. Properti yang dimaksud yaitu yang sudah tak terawat lagi atau ada masalah dari sisi konstruksi. Tidak masalah bila Anda mesti membeli properti yang sudah lama tidak dihuni bahkan jadi sarang hewan liar. Asalkan ada di lokasi strategis dan memiliki potensi untuk berkembang.

c. Mencermati Pengembangan Kawasan di Masa Depan

Langkah ke-10 memulai bisnis properti yakni perkembangan masa depan. Anda tentu ingat penjelasan di poin sebelumnya tentang RTRK. Keberadaan sumber informasi ini dapat Anda manfaatkan untuk menentukan lokasi mana yang akan dibidik. Jangan remehkan suatu lahan pertanian yang tak produktif. Sebab siapa tahu dalam RTRK, lahan tersebut justru akan digunakan sebagai kawasan perkantoran atau perumahan. Sudah pasti perkembangan kawasan tersebut akan ikut menaikkan harga properti di sekitarnya.

d. Mencari Penjual “Kepepet”

Langkah ke-11 memulai bisnis properti ialah cari penjual yang kepepet. Di setiap tern pat, selalu saja ada orang yang menjual properti dengan harga murah karena membutuhkan uang tunai secara cepat. Kandis ini muncul akibat penjul tersebut mengalami masalah finansial di keluarganya. Bila membeli properti dari orang-orang seperti itu, Anda bias jadi dewa penyelamat.

Untuk dapat situasi seperti ini, Anda bisa melakukan kerjasama dengan bank atau kantor pegadaian. Tapi tentunya Anda harus mengecek pula spesifikasi dari properti yang akan dilelang tersebut. Bila cocok dengan perhitungan, silakan Anda menghubungi bank atau pegadaian yang melakukan lelang.

Pihak bank atau pegadaian sebenarnya senang bila Anda melakukan langkah tersebut. Untuk memperoleh pembeli yang tepat dalam pelelangan, tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mereka juga tidak memiliki tambahan waktu dan tenaga untuk merawat properti yang jadi barang/produk sitaan tersebut. Akibatnya, pihak bank atau pegadaian justru akan merasa sangat senang dan terbantu. Pastikan juga Anda mendapat harga diskon untuk transaksi ini.

Demikian info terkait dengan langkah memulai bisnis properti yang tepat, kami harap artikel kali ini bermanfaat untuk Anda. Mohon artikel bisnis properti ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

 

Bisnis Properti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Investasi Property Syariah
Investasi Property Syariah yang Menguntungkan Dunia Akhirat
Jasa Digital Marketing
Jasa Digital Marketing untuk Produk Properti
Komunitas Digital Marketing SB1M
Komunitas Digital Marketing SB1M Tepat untuk Propertipreneur
Pelatihan Digital Marketing
Pelatihan Digital Marketing Strategi Baru Pemasaran Properti
Desain Rumah Teknik Meningkat Rumah
Tips Membangun Gazebo yang Bagus
Tips Membangun Gazebo yang Bagus di Rumah
Percantik Jendela Rumah
Percantik Jendela Rumah agar Tampil Lebih Segar dan Memikat
Memilih Penjual Kubah Masjid
Tips Memilih Penjual Kubah Masjid Terbaik

Kaya dari Properti

Arsitektur Bisnis Properti Broker

Produk Properti

Kavling Siap Bangun Properti Produktif Rumah Syariah

Produk Sampingan

Buku Bisnis Herbal Produk Lain

Tipe Properti

Properti Lain Rumah Tanah
Agraria Kontrak Kerja Perizinan Properti
Perjanjian Kerja Konstruksi
Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi
Kontra Kerja Konstruksi
Mengapa Perlu Kontrak Kerja Konstruksi yang Baik
Kepemilikan Tanah
Kepemilikan Tanah Harus Terdaftar di Instansi Terkait
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta Investasi Properti yang Menguntungkan
Ar Radea Residence Cikarang
Ar Radea Residence Cikarang Bekasi Rumah Syariah Murah
Cahaya Alam Setu Bekasi
Cahaya Alam Setu Bekasi Kavling Strategis Non Riba
Nuansa Alam Transyogi Bogor
Nuansa Alam Transyogi Bogor Cara Cerdas Investasi Properti