Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Hak Kepemilikan atas Rumah Susun menurut Undang-Undang

Kepemilikan atas rumah susun diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985. Apartemen, dalam undang-undang tersebut, dikategorikan sebagai rumah susun. Jika kebetulan Anda membeli satuan rumah susun, ada dua jenis hak kepemilikan, yakni kepemilikan perseorangan dan kepemilikan bersama.

Kepemilikan atas Rumah Susun

Hak Kepemilikan atas Rumah Susun

Berikut sedikit penjelasan mengenai dua jenis hak kepemilikan atas rumah susun, yaitu :

1. Kepemilikan Perseorangan

Kepemilikan perseorangan adalah hak kepemilikan atas unit satuan rumah susun berupa ruangan, berbentuk geometrik tiga dimensi, dibatasi oleh dinding dan digunakan secara terpisah, atau tidak secara bersama-sama. Dinding yang menopang bangunan merupakan bag ian bersama.

2. Kepemilikan Bersama

Kepemilikan bersama ialah bangunan yang dimiliki secara bersama-sama, secara proporsional dengan para pemilik lainnya dalam bangunan tersebut. Kepemilikan atas rumah susun secara bersama ini terdiri dari:

a. Tanah bersama

Tanah bersama adalah sebidang tanah yang dipakai atas dasar hak bersama secara tidak terpisah. Yang di atasnya berdiri rumah susun dan ditetapkan batas-batasnya dalam persyaratan izin bangunan. Tanah yang di atasnya dapat didirikan bangunan harus bersertifikat Hak Milik (HM), Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai.

Karena penyelenggara bangunan (pengembang) berbadan hukum, maka tanah bersama tersebut akan bersertifikat HGB Induk (Hak Guna Bangunan Induk). HGB Induk ini tidak bisa dipecah dan hanya diberi keterangan. Bahwa HGB mengakibatkan terjadinya beberapa Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMRS), yang dapat dialihkan atau dijaminkan.

b. Bagian bersama

Bagian bersama ini adalah bagian rumah susun yang inheren atau melekat pada struktur bangunan, yang dimiliki secara tidak terpisah. Dan dimaksudkan untuk pemakaian bersama dalam kesatuan fungsi dengan satuan rumah susun. Bentuk bagian bersama ini di antaranya :

  • pondasi,
  • atap,
  • kolom,
  • lobi,
  • lift,
  • jaringan air,
  • listrik,
  • gas, dan
  • telekomunikasi.

c. Benda bersama

Benda bersama tidak melekat padastruktur bangunan namun dimiliki bersama secara terpisah untuk kepentingan bersama. Bentuknya adalah tanah, tempat parkir, kolam renang yang di luar struktur, dsb.

Pengelola Rumah Susun

Dengan demikian, adanya kepemilikan atas rumah susun ganda ini mengakibatkan pengelolaan rumah susun tidak terbatas. Tidak hanya pada pemilik atau penghuni unit rumah susun saja, melainkan juga beberapa pihak di bawah ini :

  1. Perhimpunan penghuni. lni dibentuk oleh para pemilik/ penghuni dengan dibantu oleh penyelenggara bangunan Bentuk kerja sama dalam pengelolaan ini disusun dalam sebuah Anggaran Rumah Tangga dan wajib dipatuhi oleh semua penghuni maupun pemilik (owner). Masing-masing penghuni yang sekaligus menjadi anggotanya memiliki hak suara dalam menentukan jalannya pengelolaan bangunan;
  2. Penyelenggara pembangunan rumah susun dalam hal ini biasanya sebuah pengembang;
  3. Badan pengelola. Badan pengelola ini akan ditunjuk oleh perhimpunan penghuni untuk mengelola rumah susun dengan upah dan biaya tertentu sesuai kesepakatan dan persetujuan dalam rapat umum anggota perhimpunan penghuni. Badan pengelola ini dapat dibentuk oleh perhimpunan sendiri, akan tetapi biasanya diserahkan manajemen properti yang profesional.
Kewajiban Penghuni Rumah Susun

Adanya hak bersama tentu saja mengandung kewajiban bersama dalam menjaga, memelihara dan menjalankan bagian bersama ini. Kewajiban para penghuni ini diwujudkan dengan menanggung biaya-biaya kepemilikan atas rumah susun sebagai berikut :

  1. Biaya pengelolaan (service charge). Nilai nominalnya biasanya ditentukan di awal pembelian oleh pengembang dan dicantumkan dalam Surat Perjanjian Jual Beli. Nilai biaya pengelolaan ini bisa berubah, tergantung kesepakatan dengan penghuni atau kebutuhan setelah perhimpunan definitif terbentuk.
  2. Dana cadangan (sinking fund). Dana ini dikumpulkan untuk perbaikan-perbaikan atau renovasi pada bangunan rumah susun, semacam pengecatan, perawatan lift, dll.
  3. Rekening yang dibayarkan untuk pemakaian masing-masing unit seperti listrik, air, telepon, dll.

Kepemilikan Hak Rumah Susun

Berdasarkan Peraturan Kepala BPN Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Bentuk dan Tata Cara Pengisian serta Pendaftaran Akta Pemisahan Rumah Susun. Di mana setiap pemilik dimungkinkan mendapat bukti kepemilikan atas rumah susun berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) yang terdiri dari :

  1. Salinan buku tanah dan surat ukur tanah;
  2. Gambar denah satuan rumah susun yang bersangkutan;
  3. Pertelaan (daftar keterangan) mengenai besarnya hak bersama dan kesemuanya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan.

Tips Mengamankan Properti

Berikut beberapa tips mengamankan properti dari pengembang nakal terkait kepemilikan atas rumah susun yaitu :

  • Perhatikan benar isi perjanjian jual beli dan sertifikat hak atas tanah yang dibuat oleh pengembang. Terlebih lagi bagi bangunan rumah, rumah susun, rumah toko (ruko). Tanyakan secara detail mengenai status rumah susun. Apakah pengembang membangunnya di atas tanah berhak milik pengembang atau malah tanah negara berstatus Hak Pengelolaan atau Hak Pakai. Di mana pengelolaan tanah diberikan selama jangka waktu tertentu pada sang pengembang.
  • Banyak kejadian tidak mengenakkan ketika pengembang tidak jujur terhadap status tanah rumah susun, bangunan lain dan kawasan yang dibangunnya. Bisa jadi tanah yang Anda kira adalah HGB murni di atas tanah negara, sebenarnya adalah HGB di atas Hak Pengelolaan. Seperti Anda tahu, HGB di atas tanah negara lebih tinggi nilainya dan bebas dari uang perpanjangan. Selain itu kemungkinan besar bisa ditingkatkan haknya menjadi Hak Milik, bukannya malah terancam digusur. Kalau perlu, Anda bisa meminta surat pernyataan dari pengembang bahwa data yang tercantum dalam isi sertifikat adalah yang sebenarnya. Dan tidak ada informasi penting lainnya yang tidak disampaikan, sehingga mempengaruhi hak-hak dan kewajiban Anda di masa mendatang.

Sekian informasi tentang hak kepemilikan atas rumah susun, semoga postingan ini berguna untuk Anda. Tolong postingan legalitas properti ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi :

Perizinan Properti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Investasi Property Syariah
Investasi Property Syariah yang Menguntungkan Dunia Akhirat
Jasa Digital Marketing
Jasa Digital Marketing untuk Produk Properti
Komunitas Digital Marketing SB1M
Komunitas Digital Marketing SB1M Tepat untuk Propertipreneur
Pelatihan Digital Marketing
Pelatihan Digital Marketing Strategi Baru Pemasaran Properti
Desain Rumah Teknik Meningkat Rumah
Tips Membangun Gazebo yang Bagus
Tips Membangun Gazebo yang Bagus di Rumah
Percantik Jendela Rumah
Percantik Jendela Rumah agar Tampil Lebih Segar dan Memikat
Memilih Penjual Kubah Masjid
Tips Memilih Penjual Kubah Masjid Terbaik

Kaya dari Properti

Arsitektur Bisnis Properti Broker

Produk Properti

Kavling Siap Bangun Properti Produktif Rumah Syariah

Produk Sampingan

Buku Bisnis Herbal Produk Lain

Tipe Properti

Properti Lain Rumah Tanah
Agraria Kontrak Kerja Perizinan Properti
Perjanjian Kerja Konstruksi
Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi
Kontra Kerja Konstruksi
Mengapa Perlu Kontrak Kerja Konstruksi yang Baik
Kepemilikan Tanah
Kepemilikan Tanah Harus Terdaftar di Instansi Terkait
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta Investasi Properti yang Menguntungkan
Ar Radea Residence Cikarang
Ar Radea Residence Cikarang Bekasi Rumah Syariah Murah
Cahaya Alam Setu Bekasi
Cahaya Alam Setu Bekasi Kavling Strategis Non Riba
Nuansa Alam Transyogi Bogor
Nuansa Alam Transyogi Bogor Cara Cerdas Investasi Properti