Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi

Di dalam suatu perjanjian kerja konstruksi terdapat faktor-faktor yang mendukung isi dari kontrak tersebut. Ada 6 faktor yang jadi dasar utama perjanjian, yakni biaya, mutu pekerjaan, waktu penyelesaian, force majeur, metode pekerjaan, dan kondisi lain. Keenam faktor tersebut biasa disingkat BMW-FMK.

Perjanjian Kerja Konstruksi

Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi

Berikut penjelasan mengenai faktor yang menjadi dasar utama perjanjian kerja konstruksi, yaitu

a. Biaya Konstruksi

Biaya atau dana berperan sangat penting dalam suatu proyek pembangunan atau konstruksi rumah. Biasanya pihak pemilik rumah menghendaki biaya yang dikeluarkan harus sangat ekonomis atau hemat. Namun diperoleh hasil berupa rumah yang berkualitas dan juga memuaskan. Pihak pemilik bangunan rumah harus bisa mengatur keuangan yang ada. Jangan sampai terjadi proyek pembangunan rumahnya berhenti di tengah jalan. Sebab pemilik rumah tak bisa mengatur keuangan yang ada.

Untuk itu, seorang pemilik rumah mesti bisa menyesuaikan dana yang ada supaya tak kurang dari RAB (rencana anggaran bangunan). Sebaiknya rencana anggaran biaya yang akan dipakai dalam pembangunan rumah hanya sebesar 75% dari dana yang dipersiapkan. Hal ini harus dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi pekerjaan tambah. Pekerjaan tambah ini memang sering terjadi pada setiap pelaksanaan pembangunan rumah.

Dalam pelaksanaan pembangunan nantinya, pemilik rumah tentu tak mau dirugikan atau dicurangi oleh pihak pemborong. Untuk itu, sebelum pembangunan dimulai, pemilik rumah bisa meminta RAB rumahnya pada pihak pemborong. Untuk pekerjaan borongan, kesepakatan antara pihak pemilik rumah dengan pemborong akan mempermudah kedua belah pihak dalam bekerja. Kesepakatan ini di antaranya tentang biaya atau dana dan anggaran yang harus dikeluarkan.

Biaya ini umumnya dikeluarkan oleh pemilik secara bertahap (per termin) sesuai bobot prestasi yang dilakukan oleh pemborong. Jumlah tahap pembayaran ditulis jelas dalam kontrak atau perjanjian kerja konstruksi, baik berupa waktu pembayaran, jumlah biaya, serta bobot prestasi. Ada yang membagi pembayaran tersebut sampai 6 atau 7 tahap, ada juga yang kurang atau lebih, sesuai perjanjian kedua belah pihak.

b. Mutu dan Ruang Lingkup Pekerjaan

Dalam suatu proyek pembangunan rumah, pemilik rumah pasti mau memperoleh suatu bangunan dengan mutu atau kualitas tinggi. Baik dari segi konstruksi maupun estetika atau keindahan sehingga pemilik akan merasa nyaman menempati bangunan rumah tersebut. Untuk itu, dibutuhkan suatu perencanaan yang baik dari pihak pemilik rumah. Pertimbangan penunjukan pemborong yang nantinya akan dipercayakan dalam pelaksanaan pembangunan rumah pun harus diperhatikan.

Pilihlah pemborong yang berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab pada pekerjaannya. Pemilik rumah bisa menemukan pemborong yang baik seperti itu lewat referensi-referensi proyek pembangunan rumah yang pernah ditangani atau dikerjakan. Selain itu, pertimbangan pemilihan atau pemakaian bahan-bahan dan alat-alat berkualitas baik akan sangat menentukan mutu suatu bangunan rumah.

Supaya suatu proyek pembangunan rumah berjalan seperti yang diharapkan. Maka sebelum dimulainya pekerjaan pembangunan tersebut pemilik rumah lebih dulu mesti memberikan informasi sejelas-jelasnya. Yaitu mengenai tahapan-tahapan dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pemborong.

Ada baiknya penjelasan dalam perjanjian kerja konstruksi disertai gambar-gambar atau desain yang dilengkapi dengan detail ukuran. Sehingga nantinya tak ada kerancuan dalam pelaksanaan atau tak ada kesalahpahaman tentang konsepnya.

c. Waktu Penyelesaian Pembangunan

Waktu adalah salah satu batasan bagi seseorang dalam melakukan aktivitas, termasuk juga suatu proyek pembangunan rumah. Di dalam perjanjian kerja konstruksi harus ditentukan dengan jelas mengenai jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan. Berikut dengan masa retensi atau pemeliharaannya. Waktu atau tanggal dimulainya sampai berakhirnya suatu proyek pembangunan rumah mesti tertera dalam kontrak konstruksi / kerja.

Penentuan waktu penyelesaian mesti jelas sehingga tak terjadi salah tafsir di antara kedua belah pihak. Sebagai contoh, tertera di dalam perjanjian kerja konstruksi bahwa waktu penyelesaian proyek pembangunan rumah selama 300 hari. Waktu tersebut masih kurang jelas karena bisa berarti 300 hari kalender atau 300 hari kerja. Hal yang sama juga harus dilakukan pada masa retensinya.

Jika pemilik rumah sudah menentukan jangka waktu penyelesaian pembangunan dan pemborong menyetujuinya atau sanggup melaksanakannya. Maka pihak pemilik rumah bisa segera mengeluarkan SPK (Surat Perintah Kerja) dan SPL (Surat Penyerahan Lapangan).

Dengan adanya SPK dan SPL tersebut maka pihak pemborong bisa segera memulai pelaksanaan pekerjaan pembangunannya sesuai waktu yang telah ditentukan. Tentunya sebelum memulai pembangunan, pemborong sudah harus :

  • mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan
  • melaporkannya kepada aparat setempat (RT, RW) serta kepada tetangga di sekeliling rumah.

Supaya waktu pembangunan rumah tak melebihi waktu yang ditentukan dalam perjanjian kerja konstruksi. Maka sebaiknya pihak pemborong harus menyiapkan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup, ahli, dan terampil. Persiapan bahan-bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan juga harus segera dilakukan. Ada baiknya dibuat target pekerjaan (time scheedulle) dan tabel laporan bobot prestasi (bar-chart).

d. Force Majeur

Force majeur merupakan suatu keadaan yang memaksa dan bisa terjadi sewaktu-waktu di luar kehendak pemilik rumah ataupun pihak pemborong. Jika suatu keadaan memaksa ini terjadi maka pelaksanaan pembangunan rumah akan terhambat sehingga berpengaruh pada jangka waktu penyelesaiannya. Dalam hal ini pihak pemborong mesti memberitahukan pada pihak pemilik rumah secara tertulis atau lisan yang disertai bukti-bukti sah.

Untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan terkait dengan keadaan memaksa tersebut. Maka sebaiknya di dalam suatu perjanjian kerja konstruksi dijelaskan langkah-langkah atau kesepakatan yang akan diambil. Ada beberapa peristiwa yang dikategorikan dalam keadaan memaksa, yakni :

  • bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, banjir),
  • kebakaran,
  • kenaikan harga BBM
  • krisis moneter
  • kebijakan lain dari pemerintah,
  • perang, huru hara, pemberontakan yang masing-masing terkait dengan pekerjaan.
e. Metode Pekerjaan

Metode pekerjaan merupakan cara yang dipakai seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam suatu proyek pembangunan rumah, metode pekerjaan akan sangat berpengaruh pada hasil dan waktu penyelesaian proyek. Membangun rumah dengan perencanaan yang baik akan didapatkan hasil bangunan rumah yang kuat dan mudah untuk dibentuk. Dalam hal ini dibutuhkan adanya gambar arsitek, gambar sipil, dan gambar instalasi listrik atau ME. Maka diperlukan adanya perjanjian kerja konstruksi.

Dalam suatu proyek pembangunan rumah, antara pemilik rumah dan pemborong harus ada kesepakatan tentang metode pekerjaan yang akan dipakai nantinya. Apakah pemilik menginginkan metode manual atau memakai alat-alat berat. Perlu dipahami bahwa betapa lamanya penyelesaian suatu pekerjaan jika semua pekerjaan dikerjakan secara manual.

Dari hal-hal tersebut bisa disimpulkan bahwa metode pekerjaan yang digunakan akan sangat berpengaruh pada biaya, waktu, dan mutu suatu pekerjaan. Sebagai contoh, pengadukan campuran semen dan pasir memang bisa dilakukan secara biasa (manual) maupun dengan alat berat (adukan molen).

Tapi, suatu pondasi bangunan rumah akan jadi lebih kuat jika pengadukannya dilakukan dengan alat berat dibandingkan dengan adukan biasa. Dengan memakai alat berat akan diperoleh campuran adukan yang “matang”.

Tiap tahapan pembangunan rumah mesti dijelaskan spesifikasi kerja dan persyaratan pekerjaannya. Dengan metode pekerjaan yang benar maka diharapkan nantinya akan diperoleh suatu hasil bangunan yang sesuai harapan pemilik rumah. Namun, harus sesuai ketentuan dan kesepakatan antara pemilik rumah dan pemborong.

g. Kondisi Lain

Dimaksud dengan kondisi lain yaitu segala sesuatu yang belum diatur dalam perjanjian kerja konstruksi. Ataupun bila ada beberapa perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Baik perubahan pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang ataupun perubahan spesifikasi penggantian bahan bangunan. Semua hal tentang kondisi lain tersebut diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan. Surat perjanjian tambahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak kerja konstruksi yang dibuat sejak awal.

Demikian info terkait dengan faktor penting dalam perjanjian kerja konstruksi, semoga postingan ini berguna untuk kalian. Mohon postingan kontrak kerja pembangunan rumah ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi :

Kontrak Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Investasi Property Syariah
Investasi Property Syariah yang Menguntungkan Dunia Akhirat
Jasa Digital Marketing
Jasa Digital Marketing untuk Produk Properti
Komunitas Digital Marketing SB1M
Komunitas Digital Marketing SB1M Tepat untuk Propertipreneur
Pelatihan Digital Marketing
Pelatihan Digital Marketing Strategi Baru Pemasaran Properti
Desain Rumah Teknik Meningkat Rumah
Tips Membangun Gazebo yang Bagus
Tips Membangun Gazebo yang Bagus di Rumah
Percantik Jendela Rumah
Percantik Jendela Rumah agar Tampil Lebih Segar dan Memikat
Memilih Penjual Kubah Masjid
Tips Memilih Penjual Kubah Masjid Terbaik

Kaya dari Properti

Arsitektur Bisnis Properti Broker

Produk Properti

Kavling Siap Bangun Properti Produktif Rumah Syariah

Produk Sampingan

Buku Bisnis Herbal Produk Lain

Tipe Properti

Properti Lain Rumah Tanah
Agraria Kontrak Kerja Perizinan Properti
Perjanjian Kerja Konstruksi
Faktor Penting dalam Perjanjian Kerja Konstruksi
Kontra Kerja Konstruksi
Mengapa Perlu Kontrak Kerja Konstruksi yang Baik
Kepemilikan Tanah
Kepemilikan Tanah Harus Terdaftar di Instansi Terkait
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta
Taman Tahfidz Firdaus Purwakarta Investasi Properti yang Menguntungkan
Ar Radea Residence Cikarang
Ar Radea Residence Cikarang Bekasi Rumah Syariah Murah
Cahaya Alam Setu Bekasi
Cahaya Alam Setu Bekasi Kavling Strategis Non Riba
Nuansa Alam Transyogi Bogor
Nuansa Alam Transyogi Bogor Cara Cerdas Investasi Properti