Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Kontrak Kerja Membangun Rumah harus Dipahami Propertipreneur

Topik kita kali ini yakni kontrak kerja membangun rumah harus dipahami setiap propertipreneur. Pada dunia jasa konstruksi, terkadang terjadi adanya permasalahan atau perselisihan antara pihak pemilik rumah dengan pihak pemborong. Perselisihan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Kontrak Kerja Membangun Rumah

Memahami Kontrak Kerja Membangun Rumah

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan perselisihan di antara klien dan Anda sebagai pemborong.

  • Adanya perbedaan tafsiran atau penilaian antara harapan pemilik rumah terhadap kualitas bangunan dengan hasil nyata yang dikerjakan pemborong. Hal ini biasanya diakibatkan oleh kurang jelasnya penyusunan kontrak kerja dan kelengkapannya seperti gambar kerja dan spesifikasi teknis.
  • Adanya kenaikan harga BBM atau kebijakan lain yang mengakibatkan harga material naik drastis dan berakibat pada kelangsungan pekerjaan.
  • Adanya perubahan akibat desain bangunan berubah setelah pembangunan berlangsung sehingga muncul pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang.
  • Penyelesaian pekerjaan terlambat yang diakibatkan oleh banyak hal antara lain force majeur, keterlambatan pembayaran dari pemilik rumah, kelalaian pemborong, dan sebagainya.
  • Adanya ketidakpuasan pemilik akan bangunan rumah yang dihasilkan, baik hasil struktur maupun finishing dan ME (mekanik elektrikal).
  • Nilai estetika bangunan tidak sesuai dengan harapan pemilik rumah, seperti warna cat dinding yang tidak sesuai atau hasil bangunan yang tidak sama persis dengan gambar atau desain.
  • Dana melebihi perkiraan awal (over budget) karena banyaknya pekerjaan tambah yang diluar dugaan.

Dari hal-hal tersebut di atas dapat dilihat betapa pentingnya penyusunan kontrak kerja membangun rumah baik dalam hal konstruksi dan lainnya. Di mana hal ini nantinya akan berdampak pada kepuasan masing-masing pihak, baik pihak konsumen (pemilik rumah) maupun pihak pemberi jasa konstruksi (pemborong).

Pemilik rumah tentunya tidak mau kualitas atau mutu bangunan rumahnya dicurangi oleh pihak pemborong. Misalnya adanya penurunan kualitas material maupun penurunan kualitas pekerjaan. Pemilik rumah juga tidak ingin bila waktu penyelesaian proyek pembangunannya mengalami kemunduran atau tidak sesuai dengan perjanjian dalam kontrak kerjanya.

Pemborong juga tentu tidak ingin dituntut pemilik rumah untuk menaikkan kualitas material dan pekerjaan meskipun sebenarnya kualitas material dan hasil pekerjaannya telah sesuai dengan yang diucapkan pemborong kepada pemilik rumah. Pemborong juga tidak ingin bila terjadi keterlambatan pembayaran term-nya atau angsuran borongan proyek pembangunan oleh pemilik rumah.

Atas dasar pemikiran tersebut maka kategori website kami ini disusun sebagai salah satu contoh acuan dalam memahami kontrak kerja membangun rumah. Dan juga sebagai sarana yang menjembatani keinginan pihak pemilik rumah dengan pihak pemborong. Tujuan lain adalah memberikan masukan kepada pihak pemilik rumah dan pihak pemborong agar lebih jelas dan detail dalam menyusun sebuah kontrak kerja konstruksi.

Adanya kontrak kerja tersebut dapat mencegah dan mengurangi hal-hal yang dapat mengakibatkan perbedaan pendapat dari masing-masing pihak dalam batasan-batasan yang umum atau wajar. Untuk materi mengenai memahami kontrak kerja membangun rumah ini di antaranya :

  1. Mengapa perlu kontrak kerja yang baik
  • Biaya
  • Mutu dan ruang lingkup pekerjaan
  • Waktu penyelesaian
  • Force majeur
  • Metode pekerjaan
  • Kondisi lain
  1. Aspek hukum dan dasar-dasar kontrak kerja
  • Aspek hukum dalam kontrak kerja konstruksi
  • Dasar-dasar kontrak kerja
  1. Mengenal profesijasa konstruksi
  • Profesi dalam jasa konstruksi
  • Hubungan kerja pihak-pihak dalam proyek konstruksi
  1. Jenis kontrak kerja
  • Borongan
  • Cost plus fee
  • Kombinasi (borong upah)
  • Borongan per pekerjaan
  1. Menyusun kontrak kerja konstruksi dan kelengkapannya
  • Penyusunan kontrak kerja konstruksi
  • Kelengkapan kontrak kerja konstruksi
  1. Tahapan pembangunan dalam jasa konstruksi
  • Tahap prakonstruksi
  • Tahap konstruksi
  • Tahap pascakonstruksi
  1. Pelaksanaan pembangunan rumah
  • Pekerjaan persiapan
  • Pekerjaan galian
  • Pekerjaan pondasi
  • Pekerjaan dinding
  • Pekerjaan lantai beton
  • Pekerjaan kusen, pintu, dan jendela
  • Pekerjaan atap dan penutup atap
  • Pekerjaan plafon
  • Pekerjaan pemasangan lantai
  • Pekerjaan pasangan pintu dan jendela
  • Pekerjaan instalasi listrik
  • Pekerjaan instalasi air
  • Pekerjaan sanitair
  1. Melakukan kontrak kerja membangun rumah (konstruksi) dengan baik
  • Mengapa diperlukan kontrak konstruksi
  • Hal-hal yang perlu dilakukan dalam kontrak kerja
  1. Menjaga hubungan baik pemilik dan pemborong
  • Mencegah timbulnya permasalahan atau komplain
  • Beberapa permasalahan dalam proyek pembangunan rumah
  • Penyelesaian permasalahan
  • Aneka tips pengecekan kualitas

Sebuah harapan besar dari seorang pemborong adalah memberikan kepuasan bagi konsumennya. Hal itu dilakukan karena kebanyakan pemborong telah menyadari bahwa promosi dari mulut ke mulut karena kepuasan seseorang lebih bermanfaat dibanding melalui media promosi lain.

Investasi Properti

Demikian informasi terkait dengan kontrak kerja membangun rumah harus dipahami setiap propertipreneur, kami harap artikel ini bermanfaat buat Anda. Kami berharap artikel kontrak kerja konstruksi ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi :

Kontrak Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *