Propertypreneur

Menjadi Entrepreneur dalam Bidang Property

Hak Guna Bangunan dan Penjelasan Lengkapnya

Sekarang kami akan jelaskan mengenai hak guna bangunan dan penjelasan secara lengkap. HGB (Right to Build) merupakan hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri. HGB atas bangunan di tanah orang ini memiliki jangka waktu paling lama 30 tahun. Jangka waktu HGB tersebut bisa diperpanjang lagi paling lama (maksimal) 20 tahun.

Hak Guna Bangunan

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

Kepada bekas pemegang hak, dapat diberikan pembaruan sertifikat HGB di atas tanah yang sama. Hal ini jika tanah tersebut merupakan tanah negara dan atas permintaan pemegang hak dengan mengingat kondisi bangunan serta kepentingan lain. Seperti:

  1. Tanah masih dapat digunakan sesuai keadaan, sifat dan tujuan pemberian hak tersebut.
  2. Syarat pemberian hak ini dipenuhi oleh para pemegang hak.
  3. Tanah masih sesuai dengan aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang bersangkutan.

Terdapat jenis HGB khusus atau HGB Induk adalah HGB atas tanah yang kemudian dipecah menjadi bidang-bidang yang lebih kecil. Atau juga sebagian dipecah untuk didaftarkan menjadi bagian tersendiri.

Yang berhak memperoleh HGB yaitu WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum yang ada serta berkedudukan di Indonesia. Tanah yang bisa diberikan dengan HGB yakni

  • Tanah negara. Jenis HGB ini diberikan berdasarkan keputusan pemberian hak oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.
  • Tanah Hak Pengelolaan (HPL). HGB di atas tanah HPL diberikan atau diperbaharui dengan persetujuan dari pemegang HPL. Dan juga melalui keputusan pemberian hak dari menteri atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan usul para pemegang HPL.
  • Tanah bersertifikat hak milik (SHM).

Hak Guna Bangunan (HGB) bisa saja terjadi:

  1. Atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara berdasarkan penetapan dari pemerintah;
  2. Atas tanah milik berdasarkan pada perjanjian yang berbentuk otentik. Yaitu antara pemilik tanah yang bersangkutan dengan pihak yang akan memperoleh HGB tersebut.

Peralihan HGB

Seperti Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) bisa beralih dan dialihkan. Serta dapat digunakan sebagai jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan (HT) kepada pihak lain. Pemberian HGB dengan bukti berupa akta yang dibikin oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dan mesti didaftarkan pada buku tanah di kantor pertanahan sehingga sejak itu HGB resmi dialihkan atau beralih. Pemegang HGB akan diberikan bukti pengalihan hak berupa sertifikat hak atas tanah.

Hak Guna Bangunan bisa hapus atau hilang sebagai hak perorangan jika:

  1. Jangka waktunya berakhir;
  2. HGB dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir sebab sesuatu syarat yang tak bisa dipenuhi;
  3. HGB dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir;
  4. HGB dicabut buat kepentingan publik atau umum;
  5. Ditelantarkan;
  6. Tanah yang dimaksud musnah.

Permohonan untuk memperpanjang HGB paling lambat 2 tahun sebelum berakhir masanya. Perpanjangan HGB ini juga dicatat dalam buku tanah di kantor pertanahan.

Kewajiban Pemegang HGB

Kewajiban bagi para pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) :

  1. Membayar uang pemasukan sesuai dengan keputusan atau kesepakatan saat pemberian hak.
  2. Mempergunakan tanah sesuai peruntukannya dan juga sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan dan perjanjian dengan pemberi hak.
  3. Memelihara tanah dan bangunan serta apa saja yang ada di dalam lahan tersebut dan juga menjaga lingkungan hidup.
  4. Menyerahkan tanah tersebut kepada pemegang Hak Pengelolaan (HPL) atau kepada negara dalam kondisi yang balk, sesudah masa kepemilikan HGB berakhir.
  5. Menyerahkan sertifikat HGB yang sudah berakhir pada kantor pertanahan.
  6. Ketentuan lain yang mengikat yaitu jika tanah atau lahan yang diberikan tersebut menutupi lahan umum. Maka pemegang hak harus membuatkan sebuah saluran atau jalan keluar untuk fungsi sosial.
  7. Bila HGB berakhir, pemegang hak mesti membongkar bangunan dan apa pun yang ada di atas lahan tersebut serta menanggung biayanya.
Hak Pemegang HGB

Hak pemegang Hak Guna Bangunan (HGB):

  1. Berhak menguasai dan memanfaatkan tanah selama jangka waktu yang sudah ditetapkan. Baik untuk kepentingan pribadi dan atau usaha. Serta mengalihkan hak tersebut pada pihak lain, dengan cara jual beli, tukar menukar, penyertaan dalam modal, hibah, pewarisan, dan membebaninya.
  2. HGB bisa dialihkan dengan cara jual beli dan juga dilakukan dengan Akta PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jual beli yang dijalankan lewat pelelangan dibuktikan dengan Berita Acara Lelang. Peralihan HGB oleh sebab warisan mesti dibuktikan dengan surat wasiat atau surat keterangan waris yang dibikin oleh instansi yang berwenang.
  3. Peralihan sertifikat HGB atas tanah SHM mesti dengan adanya persetujuan tertulis dari pemegang SHM yang bersangkutan.
  4. Menjadikannya jaminan hutang dengan dibebani Hak Tanggungan yang nantinya akan terhapus juga saat masa kepemilikan HGB berakhir.

Investasi Properti


Sekian info perihal hak guna bangunan dan penjelasan secara lengkap, semoga post ini membantu kalian. Mohon post sertifikat HGB ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Panduan Perizinan Properti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *